Tidak sedikit orang yang berpuasa keliru memahami ajaran agama Allah, termasuk puasa. Sebagian mereka tidak tahu apa yang membatalkan puasanya, tidak tahu apa yang menodai puasanya, tidak tahu apa yang merusak puasanya, apa yang disunahkan bagi orang yang berpuasa, apa yang dibolehkan, apa yang wajib dan apa yang diharamkan atasnya.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:
"Barangsiapa yang Allah menghendaki kebajikan untuknya, maka Allah memahamkannya dalam agama."
Hadits ini seakan mengisyaratkan bahwa orang yang tidak bertafakkuh dalam agama dan tidak bertanya tentang urusan-urusan agamanya, maka Allah tidak menghendaki kebajikan baginya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada hamba-hamba-Nya:
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl:43).
Yang dimaksud Ahludz dzikri adalah ulama, adalah kebajikan setiap Muslim (bila hendak beribadah kepada Allah dengan benar) untuk bertanya tentang apa yang ia tidak ketahui berkenaan dengan urusan agamanya, mencari ilmu dan berkeinginan sangat memahami agama.
Sebagian orang yang berpuasa terperangkap dalam dosa-dosa yang merusak puasa mereka dan menghilangkan pahala shalat malam mereka, antara lain ghibah. Kita telah mengulas ghibah pada bab "Bagaimana lidah berpuasa." Termasuk juga mengadu domba, berkata busuk, menghina, melaknat dan dosa-dosa lidah lainnya.
Di antara kesalahan-kesalahan tersebut: berlebih-lebihan dalam menyiapkan hidangan untuk buka dan sahur, Ada orang yang menyiapkan makanan untuk memenuhi selera mulutnya, terdiri dari banyak jenis makanan dan minuman, baik yang mahal dan yang murah, yang manis, yang asem, yang tawar, yang asin. Tetapi kemudian yang dimakan hanyalah sedikit, sedangkan sisanya dibuang sia-sia. Ini bertentangan dengan petunjuk Islam yang agung.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Makan dan minumlah, dan jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-'Araf:31)
Setiap yang lebih dari apa yang dibutuhkan manusia dan dapat mencelakakannya adalah sikap berlebih-lebihan yang tercela. Tuhan orang yang berpuasa tidak menyukai hal itu dan ia termasuk dalam firman Allah:
"Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan harta dengan boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhan." (Al-Isra':26-27)
Demikian pula firman-Nya:
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kikir, dan adalah pembelanjaan itu di tengah-tengah antara yang demikian." (Al-Furqon:67).
Pada bulan Ramadhan, pasar-pasar dipadati para pembeli, dan masing-masing membawa makanan dan minuman yang cukup untuk sepuluh keluarga.
Di sana ada keluarga yang meninggal karena kelaparan, tidak mendapatkan sepotong roti, tidur di tanah lapang, beralas tanah, beratap langit. Sementara keluarga di sini terkena penyakit perut kekenyangan karena terlampau berlebihan dan bermegah-megahan.
Salah satu tujuan puasa ialah mengosongkan materi-materi destruaktif dari pencernaan dan jalan mengurangi makan. Bagaimana hal itu bisa terjadi bagi orang yang makan dan minumnya berlebihan, serta boros dalam makan?
Banyak orang yang berpuasa menghabiskan siangnya dengan tidur seakan mereka tidak berpuasa. Sebagian tidak bangun kecuali bila hendak shalat, lalu kembali tidur. Menghabiskan siangnya dengan sia-sia, dan menghabiskan malamnya dengan begadang.
"Tidur tidak akan memperpanjang usia dan begadang panjang tidak akan memperpendek umur."
Salah satu hikmah puasa ialah agar orang yang berpuasa merasakan nikmatnya lapar untuk memperoleh ridha Allah dan merasakan haus di jalan Allah. Orang yang memanfaatkan siangnya untuk tidur tidak akan mendapatkan hal itu.
Di antara orang yang berpuasa ada yang bermain main-mainan tertentu yang hukumnya paling minimal makruh, seperti berlebiha bermain bola. Demikian pula permainan yang mereka anggap sebagai hiburan yang menghabiskan waktu sia-sia tanpa manfaat.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?." (Al-Mu'minun:115).
"Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia." (Al-An'am:70)
Di antara orang yang berpuasa ada yang begadang malam tanpa memperoleh manfaat dan pahala. Mereka bermain-main, senda gurau dan hura-hura, sementara shalat malam dua raka'at justru ditinggalkan.
Kesalahan paling fatal orang berpuasa ialah meninggalkan shalat jama'ah karena sebab yang amat remeh. Ini termasuk tanda-tanda orang-orang munafik dan bukti penyakit hati dan mati jiwa. Di antara mereka ada yang tidak mau mempertemukan Ramadhan dengan Al-Qur'an, ia banyak membaca tetapi bukan Al-Qur'an, banyak menela'ah buku-buku tetapi Al-Qur'an tak disentuh.
Di antara orang-orang yang berpuasa ada yang enggan bersedekah, enggan memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang puasa. Pintunya tertutup, tangannya bakhil.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal." (An-Nahl:96).
Demikian pula firman-Nya:
"Dan segala kebaikan yang kamu upayakan, tentu kamu akan mendapat pahalanya di sisi Allah." (Al-Baqarah:110).
Di antara orang yang berpuasa ada yang meninggalkan atau bermalas-malasan shalat Tarawih, ia beralasan: bagi saya cukuplah yang fardhu saja. Dalam urusan dunia, ia tidak merasa cukup dengan yang sedikit, tetapi sangat menginginkan hal-hal sekunder seperti keinginannya untuk memperoleh hal-hal yang primer.
"Bila engkau datang pada hari kiamat sendirian
dan engkau lihat saat itu berapa banyak rumah
niscaya engkau akan sangat menyesal
meratapi apa yang telah engkau sia-siakan dalam hidup."
Di antara orang yang berpuasa ada orang yang membebani anggota keluarganya dengan membuat sekian banyak jenis makanan dan minuman sampai mereka melupakan Al-Qur'an dan As-Sunnah. melupakan dzikrullah dan ibadah. Bila ia berpendapat bahwa cukuplah baginya yang primer saja, niscaya keluarganya akan memperoleh waktu yang luas untuk berbekal dengan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ya Allah, tambahkanlah kepada kami jangan Engkau kurangi dari kami, anugerahkanlah kepada kami dan jangan Engkau tidak memberi kami, muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami, jadikanlah kami berlapang dada dan ampuni kami.
No comments:
Post a Comment