Makanan (baik halal maupun haram) mempunyai pengaruh atas kehidupan, prilaku dan akhlak manusia. Oleh sebab itu Allah menyuruh para Rasul-Nya seraya berfirman:
"Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shaleh." (Al-Mu'minun:51)
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya saja kamu menyembah." (Al-Baqarah:172).
Makanan yang baik adalah makanan yang dihalalkan Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman yang dituturkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam tentang hal itu Allah berfirman:
"Dan, Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk." (Al-'Araf:157).
Puasa perut adalah dengan menjauhi yang haram, di samping menjauhi makan dan minum, dan segala yang membatalkan puasa pada siang Ramadhan. Tetapi ia juga harus puasa dari hal-hal haram ketika berbuka, ia (karena-Nya) tidak makan riba, karena dengan memakan riba ia telah membuat Allah marah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah makan riba dengan berlipat ganda." (Ali Imran:130).
"Dan, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (Al-Baqarah:275).
Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah melaknat yang memakan riba, yang mewakilkannya, yang menulisnya dan kedua saksinya. Rasulullah bersabda: 'Mereka semua sama'."
Pemakan riba sungguh telah mentertawakan dirinya sendiri, mengisi perutnya dengan haram, ia berdoa kepada Tuhannya padahal pintu ijabah telah digembok.
Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa Rasulullah menyebut seorang laki-laki yang rambutnya acak-acakan karena menempuh perjalanan panjang, tangannya menadah ke langit, tetapi makanannya makanan haram, minumannya minuuman haram, dan bersantap dengan yang haram, bagaimana mungkin doanya dikabulkan.
Lelaki ini ialah seorang hamba yang banyak beribadah kepada Allah, tetapi ia bermaksiat dalam makanan, tidak bertakwa kepada Allah dalam hal makanan dan minuman.
Bagaimana mungkin bisa dikatakan perut berpuasa padahal ia berbuka dengan yang haram, makanan yang diperoleh dari jalan riba, usaha haram, menipu, makan harta anak yatim dan marah.
Sungguh, rasa telah rusak manakala makanan dan minuman telah rusak, hati mengeras bagai batu manakala makanan dan minuman busuk, cahaya meredup manakala makanan telah kehilangan sifat halalnya.
Diriwayatkan dari Abu Bakar (suatu hari) bersantap makan kemudian bertanya kepada pelayannya dari makanan ini? Si pelayan menjawab: "Dari hasil praktek perdukunan yang pernah saya lakukan dahulu pada waktu jahiliyah." Abu Bakar seraya memasukkan tangannya dan bergetar, kemudian mengeluarkan makanan dari perutnya. Allah meridhainya atas apa yang ia benarkan, ia baikkan dan ia sucikan.
Bila sebongkah makanan mengendap dalam perut si pemilik, pengaruhnya tumbuh bersama daging dan darah. Tubuh manusia manapun yang tumbuh berkembang dari yang haram, maka nerakalah yang paling layak untuknya.
Para salaf shaleh tahu benar dari mana mereka makan, rasa mereka menjadi bersih, badan menjadi sehat, hati bersinar. Ketika makanan dan minuman orang-orang terkemudian rusak, cahaya petunjuk dalam hati mereka menjadi redup.
Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda: "Tidaklah seorang hamba makan makanan lebih baik daripada ia makan makanan dari hasil usaha tangannya sendiri, dan sungguh Nabi Daud Alaihis Sallam makan makanan dari hasil usaha tangannya sendiri."
Nabi Zakaria Alaihis Sallam adalah seorang tukang kayu, Nabi Daud seorang tukang pandai besi, Nabi Muhammad dan beberapa Nabi lain Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah menggembala kambing.
Islam menyeru kepada usaha dan mencari rizki, tetapi dari pintu-pintu yang dihalalkan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat)." (Al-Isra':34).
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara szalimm, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan merke akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)." (An-Nisa':10).
"Dan janganlah sebahagian kamu makan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta itu ke hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa padahal kamu mengetahui." (Al-Baqarah:188).
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila." (Al-Baqarah:275).
Rasulullah Shallallahu Allaihi wa Sallam bersabda:
"Allah melaknat orang yang menyogok dan yang disogok."
Allah berfirman seraya mencela orang-orang Yahudi dan Nasrani yang rusak:
"Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan makan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu." (Al-Maidah:63).
Ibnul Qayyim Al-Jauzi mengisahkan kepada kita dalam Shaidul Khatir bahwa ia makan makanan syubhat, hatinya kemudian berubah dan gelap untuk beberapa lama. Oleh karena itu, karena kesucian hati para salaf merasakan perubahan pada hati mereka. Sedangkan kebanyakan orang sekarang makan makanan apa saja yang ia kehendaki dan tidak dapat merasakan perubahan hatinya, sebab ia:
"Orang yang hina, mudah dihinakan
seperti halna cacat pada orang yang mati
akan menjadi celaan."
Sebagian mereka minum minuman keras dan yang memabukkan dengan segala macam dan jenisnya, itu akan menghalangi lezatnya ibadah dan manisnya ketaatan kepada Allah. Mereka akan hidup dalam keadaan gundah, cemas, tak dapat merasakan kebahagiaan dan tidak mempunyai waktu saat doanya dikabulkan Allah.Oleh karena itu, wahai orang-orang yang berpuasa, perut itu ada puasanya. Orang yang tidak membuat perutnya berpuasa, maka ia seakan-akan tidak berpuasa. Orang yang berpuasa dari yang haram, berhati-hati dalam makanan dan minuman ia akan masuk surga.
Artikel Menarik Lainnya:
- Bagaimana Telinga Berpuasa
- Bagaimana Mata Berpuasa
- Bagaimana Lidah Berpuasa
- Bagaimana Hati Berpuasa
- Rumah Islami Pada Bulan Ramadhan
- Ramadhan Adalah Bulan Shalat Malam
- Ramadhan Adalah Pendidikan Kedermawanan
- Senandung Orang-orang Yang Berpuasa
- Al-Qur'an Yang Mulia dan Bulan Ramadhan
- Mengapa Disyari'atkan Puasa?
No comments:
Post a Comment