Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Dan orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah untuk sembahyang di malam hari, kecuali sedikit dari padanya, yaitu seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau
lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil:1-4)
Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada Rasul-Nya Shallallahu Alaihi wa Sallam sungguh telah menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, beliau bangun malam dan berlama-lama shalat malam, beliau menangis dan berlama-lama menangis, beliau khusyu' dan berlama-lama dalam khusyu'.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman kepada rasul dan pilihan-Nya:
"Dan pada sebagian malam hari, shalat tahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji." (Al-Isra:79).
Ramadhan adalah bulan puasa dan shalat malam, malam termanis dan saat termahal nilainya pada hari orang-orang yang berpuasa bangkit dalam sayap kepekatan.
Sebuah sya'ir mengungkapkan:
"Aku katakan kepada malam
apakah dalam perutmu terdapat rahasia
yang meramaikan bicara dan rahasia-rahasia
Ia berkat: Sepanjang hidupku
belum pernah aku temukan pembicaraan
seperti bicaranya orang-orang terkasih
pada waktu sahur."
Malam orang-orang yang berpuasa terasa amat singkat karena terasa nikmat, sedangkan malam orang-orang yang mengabaikan puasa teras panjang karena terasa menyengsarakan.
Sebuah sya'ir mengatakan:
"Malam-malam pendek yang diiringi kesedihan terasa panjang
sedangkan malam-malam panjang yang sarat dengan kegembiraan terasa pendek."
Allah memberikan deskripsi tentang hamba-hamba-Nya yang shaleh,
Dia berfirman: "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam." (Adz-Dzariyat:17)
Malam mereka sungguh merupakan malam terbaik. Allah juga memberi deskripsi tentang mereka pada waktu sahur. Firman-Nya: "Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah." (Adz-Dzariyat:18)
Akhir malam mereka sungguh akhir malam yang terindah.
Sebuah sya'ir mengungkapkan:
"Wahai malam yang berkeluh kesah,
tidakkah kau kembali lagi
Hujan lebat mengguyur zamanmu
Aku tengah mabuk taufiq
terbit fajar yang tampak dari langit nan tinggi
sungguh mencemaskanku."
Kaum Muhajirin dan Anshar (bila malam menghampiri) terdengar tangis mereka, tetapi bila pagi telah tiba mereka tampak gagah dan berani.
Sebuah sya'ir mengatakan:
"Malam hari mereka seperti pendeta,
dan ketika bertemu musuh
mereka adalah orang yang paling berani."
Rumah-rumah kaum Muhajirin dan Anshar pada saat malam tiba berubah menjadi sekolah-sekolah untuk membaca Al-Qur'an, Universitas untuk mendidik dan lembaga keimanan. Sedang rumah kebanyakan manusia kini menjadi kamp-kamp nyanyi, hura-hura, tempat untuk perbuatan dungu dan sia-sia. Ya Allah, kami mohon ampunan-Mu.
Ketika kita kehilangan shalat malam, hati kita mengeras, air mata kita mengering, iman kita melemah.
Dalam hadits shahih Rasulullah bersabda:
"Orang yang meramaikan Ramadhan (dengan puasa, shalat, membaca Al-Qur'an dan ibadah lain) karana iman dan mengharap keridhaan Allah, ia akan diampuni dosanya yang telah lalu."
Di antara yang dapat membantu kita melaksanakan shalat malam antara lain:
- Mengingat hari yang amat dahsyat itu, kiamat.
Yaitu hari ketika manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam. Hari dimana apa yang ada di dalam kubur di bangkitkan dan apa yang ada dalam dada ditampakkan. - Mengingat kegelapan, keganasan dan derita kubur. Shalat malam akan menjadi nur dalam kegelapan kubur.
- Mengingat pahala dan ampunan atas kesalahan dan dosa
Banyak cara yang dilakukan para salaf dalam shalat malam. Sebagian menghabiskan malam dengan ruku', ada yang menghabiskannya dengan sujud, ada yang menghabiskannya dengan berdiri, ada yang membaca Al-Qur'an sambil menangis, ada yang berdzikir sambil merenung, ada yang bersyukur seraya mengambil 'ibrah (pelajaran).
Mengapa rumah kita miskin dengan shalat malam, mengapa rumah kita sepi dari bacaan Al-Qur'an, mengapa tempat tinggal kita mengeluh karena sedikitnya orang-orang yang melaksanakan tahajud?
"Wahai rumah Salma
dikau adalah rumah pertama yang kami singgahi
Sementara kuda terengah-engah nafasnya
Lalu kami turun dan tidak kami saksikan
teman sejawat yang lewat
Air mata yang ditahan, akhirnya mengalir pula."
Bila malam datang menghampiri, hati orang-orang lalai tertidur lelap, jiwa orang yang suka main mati, pada saat yang bersamaan hati yang beriman hidup, mata yang takut akan adzab Allah terjaga.
"Mata tertidur, kecuali sedikit
yang mencucurkan air mata
dan menjaga pembaringanmu."
Bagaimana mungkin bisa tidur orang yang ingat akan terbaring di kubur, yang mengingat akan dikumpulkan pada hari kebangkitan dan mengingat semua amal akan ditampakkan.
Kita tidak mengira bahwa di antara generasi muda Muslim ada yang tidak tidur sempat larut untuk hura-hura, main catur, mendengarkan lagu, kurang malu. Rahmat-Mu kami pinta Ya Allah.
"Jadilah seperti sahabat nabi dalam zuhud dan wara'
mereka adalah kaum yang tak ada bandingnya di kalangan manusia
Mereka beribadah malam,
bila gelap (malam) mengunjungi mereka
betapa banyak di antara mereka yang beribadah
dengan air mata bercucuran menuruni pipi."
Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah bersabda kepada Ibnu Umar:
"Wahai Abdullah, janganlah seperti si fulan, ia bangun waktu malam tetapi meninggalkan shalat (dan ibadah lain) malam hari."
Artikel Menarik Lainnya:
- Bagaimana Mata Berpuasa
- Bagaimana Lidah Berpuasa
- Bagaimana Hati Berpuasa
- Rumah Islami Pada Bulan Ramadhan
- Ramadhan Adalah Bulan Shalat Malam
- Ramadhan Adalah Pendidikan Kedermawanan
- Senandung Orang-orang Yang Berpuasa
- Al-Qur'an Yang Mulia dan Bulan Ramadhan
- Mengapa Disyari'atkan Puasa?
- Arahan Rasulullah Tentang Bulan Ramadhan
Demikianlah sedikit pengetahuan tentang "Ramadhan Adalah Bulan Shalat Malam", Semoga bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua, terima kasih sudah hadir dalam halaman sederhana kami, mari jadikan segalanya lebih sempurna lagi...
No comments:
Post a Comment